TOKOH INSPIRATIFKU


Tokoh inspirati bagi saya adalah sosok nabi Muhammad SAW. Beliau adalah tokoh inspiratif bagi saya, dan bagi utamanya umat muslim pastinya. Tapi faktanya, ada beberapa umat non muslim yang diketahui juga menginspirasi kepribadian beliau. Hampir semua kalangan jika mengetahui sifat dan sikap serta contoh perilaku beliau dimasa hidupnya, maka akan menjadikan beliau sebagai panutan keteladanan menjalani hidup sehari – hari. Ada banyak contoh perilaku yang diceritakan oleh sahabat – sahabatnya melalui hadist riwayat yang ditinggalkan. Namun untuk blog ini, saya hanya akan menceritakan salah satu contoh sifat beliau yang membuat saya langsung jatuh cinta oleh sosoknya.

Suatu hari, Nabi Muhammad SAW  menghampiri seorang pengemis Yahudi yang buta dengan membawakan makanan. Diberikanlah makanan itu, dengan cara disuapi. Nabi Muhammad SAW menyuapi dengan penuh kasih sayang dan kelembutan hatinya. Karena si pengemis buta, maka dia tidak tahu siapa yang memperlakukannya dengan kelembutan seperti ini. Hampir setiap hari Nabi Muhammad SAW datang menghampiri si pengemis buta itu, untuk disuapi. Meskipun Nabi Muhammad SAW terkadang mendapatkan caci dan makian dari si pengemis buta ini, dengan kelembutan hatinya pun caci dan makiannya tidak dihiraukan oleh Nabi Muhammad SAW. 

Sampai suatu hari setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Salah satu sahabat Nabi yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq mengunjungi Aisyah, putrinya sendiri juga sekaligus istri Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar kemudian bertanya kepada Aisyah, “Adakah sunnah Nabi Muhammad SAW yang belum aku kerjakan?” kemudian Aisyah menjawab, “wahai ayahku, semua sunnah sudah engkau laksanakan. Tapi ada satu hal yang belum kau laksanakan” Abu Bakar bertanya “Apakah hal itu, wahai putriku” Aisyah menjawab “Setiap pagi Rasulullah selalu pergi ke pasar dengan membawa makan untuk seorang pengemis Yahudi buta disana”.

Keesokan harinya Abu Bakar melaksanakannya, datang ke pasar untuk membawakan makanan seorang Yahudi buta. Lalu Abu Bakar memberikan makanan itu dengan disuapinya pengemis itu, sama seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW sebelumnya. Namun si pengemis itu marah dan berteriak “Siapa Kamu?” kemudian Abu Bakar menjawan “Aku adalah orang yang biasa menyuapimu” lalu si pengemis berkata “Tidak mungkin! Orang yang biasa menyuapiku adalah orang yang lemah lembut dan Ia bahkan mengunyahkan makanan itu untukku!”

Abu Bakar terharu setelah mendengar itu. Kemudian Abu Bakar mengatakan yang sebenarnya bahwa yang biasanya melakukan hal baik kepada si pengemis buta adalah Nabi Muhammad SAW yang sudah wafat. Hingga akhirnya si pengemis buta memeluk agama islam. Betapa mulia dan lembutnya kasih sayang dan hati Nabi kita Nabi Muhammad SAW. Cerita ini mungkin sudah banyak didengar, namun untuk saya ini adalah pengingat. Dimana sebagai sesama makhluk  hidup, kita patutnya menjadi pribadi yang rendah hati, lembut dan saling menyayangi sesama manusia. Karena tidak dipungkiri, Nabi Muhammad SAW juga diciptakan sama seperti kita segumpal dara, Nabi Muhammad SAW juga seorang manusia. Baiknya kita sebagai manusia, malu jika mendengar cerita cerita sikap teladan Rasulullah dan menjadikan teladan juga dalam menjalani kehidupan agar terciptanya kehidupan damai, aman dan tentram di dunia.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Childhood

Travel Far Enough